Sugeng Rawuh

Para rencang ingkang kula tresnani, sumangga kula aturi mirsani serat-seratan saking kula menika, mugi saged mranani ing penggalih.

Sunday, May 22, 2011

Tanda Lahir

Mungkin,…..setiap manusia memiliki tanda sejak lahir, jika aku tidak salah orang menyebutnya toh atau tahi lalat letaknya bermacam-macam, pun bentuk dan warnanya. Suatu tanda membuat kita memiliki cirri, dan mudah dikenali.

Boleh saja dan sangat dimaklumi…apabila seseorang tidak tau makna tanda lahirnya saat ia masih kecil. Namun seiring perkembangan tubuh dan pikiran, sejatinya setiap manusia juga bisa memberi makna tersendiri bagi dirinya.

Selain mencari jati diri, apa yang dia inginkan, cita-citakan, atau apa dan bagaimanakah dirinya, mencari makna tanda lahir tidak kalah penting.

Seseorang yang memiliki tanda lahir di punggung tangan kanan (seperti aku sendiri), dapat memaknainya bahwa tangan kanan dipergunakan atau dibudayakan untuk melakukan hal-hal baik. Tangan kanan identik dengan kebaikan,misalnya bersalaman atau menulis dilakukan dengan tangan kanan.
Tangan kanan….lakukanlah kebaikan (makna lebih dalam)

Ada lagi seorang wanita yang memiliki tahi lalat di bagian lengan kiri, letaknya agak di tengah, antara bahu dan siku, dia dapat memaknainya agar tidak mengenakan baju berlengan lebih tinggi dari posisi tahi lalatnya. Ada lagi yang punya tahi lalat di punggung, dekat leher, boleh juga untuk selalu mengingatkan sang wanita untuk tidak memakai baju yang lehernya terlalu rendah, karena jika sang tahi lalat nan hitam itu terlihat dari belakang, tentunya akan mengundang keisengan orang lain, untuk sekedar menggoda, mengejek, atau mungkin malah menyentuh…ouchhh, JANGAN!

Yang kurang disukai mungkin tanda lahir di bagian wajah yang letaknya jumpalitan, atau tidak pada tempatnya, dengan warna yang kontras tidak pas, alias MEKSO. Beberapa orang yang pernah setidaknya kuamati, ada yang memiliki tanda lahir berwarna merah di dahi (hahaha mungkin ada yang kenal), bentuknya tidak teratur, agak besar pula, entah dia mencoba memaknai tanda lahirnya atau tidak, tapi bagiku, pun jika aku sendiri yang memilikinya, hendaknya itu akan selalu mengingatkan aku untuk menjadi orang yang berani, atau percaya diri. Tanda merah di dahi, akan selalu terlihat orang lain, merah sendiri diartikan warna berani, seperti warna bendera kita. Semakin orang menghina, mengolok2 kita, jika kita berhasil menguasai perasaan kita sendiri, tentu hal itu menjadi semacam terapi kesabaran dan pede, jadi tidak ada ruginya punya tanda lahir seperti itu, aku akan merasa unik dan berbeda. Setiap manusia itu unik!

Bagaimana dengan yang tidak punya tanda lahir? Apakah mereka tidak punya makna diri? Tentu tidak begitu-begitu amat. Banyak juga orang yang membuat tanda (baca:tatoo) baik permanen ataupun temporer pada dirinya, di bagian tubuh yang paling disukai. Mereka-mereka ini juga seharusnya bisa memaknai secara lebih tanda-tanda ini, bukan sekedar ikut2an.

Yang sama sekali tidak punya tanda lahir, atau tanda-tandaan, apa maknanya? Kita semua adalah tanda, tanda kasih orangtua, tanda kehidupan, tanda TUHAN itu ada. Marilah kita menandai diri kita, marilah kita memaknai hidup kita.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment